Ke Bali sudah beberapa kali. Pertama dari Solo tahun 1995 dan selanjutnya pulang pergi dari Jakarta dan Bandung dalam rangka kerja atau “Traveling on Duty.”

13724977_1339005246128016_3298782339954729330_o
Kuta

Di Bali cukup mengasyikkan. Berbagai tempat penting, apalagi buat diceritakan banyak terkunjungi. Namun rasanya tidak tepat diceritakan semua bila tidak ada fotonya. Sayang sekali, buat diblog-in jadi terasa hambar. Memang saat itu saya punya kamera, tapi jarang digunakan. Maklum film saat itu cukup mahal. 

Selama di Bali saya pernah menetap di Bypass, di Sidakarya dan di Gilimanuk. Satu-persatu punya kenangan tersendiri. Waktu di Bypass, saya tinggal di ruko sekaligus tempat kantor cabang saya bekerja. Yang paling berkesan, disini saya tiap hari makan “donat kentang” buatan tuan rumah. lalu saya sering ke sawah dan pantai arah Tabanan serta dekat ke Tanah Lot lewat jalan kampung. Kemudian, di bypass ini juga dekat ke toko yang menjual “kacang Bali,” dan Terminal Ubung. Selama menetap di Bypass saya juga sering ke Monang-Maning dimana di daerah ini banyak orang Minang. Saya ketemu dengan beberapa teman sekampung. 

Di Sidakarya, saya tinggal di Jl. Dewata I. Rumah sekaligus kantor juga, selama setahun kurang saya disini. Rumah saya di tepi sawah yang saat itu masih ada. Dekat ke pantai Sanur dan ke Universitas Udayana. Sehari-hari disini saya sering jalan-jalan ke pantai Sanur kawasan Tamblingan. Kebetulan disana ada teman saya. 

Lalu di Gilimanuk. Saya tinggal di Lingkungan Arum 2 di rumahnya seorang bekas Kapolsek Melaya-Bali. Disini saya sehari-hari melihat teman saya membuat kerajinan manik-manik berbentuk tas. Selain itu main ke pelabuhan melihat mobil turun dari kapal feri dan mencari kerang sepanjang pantainya. Di pelabuhan ini saya banyak ketemu sopir bis dan truk dari Sumatera. Salut juga akan kegigihan dan semangat sopir itu, dari Sumatera ada yang ke Bima NTB bawa truk dan Bis. Saat itu bis ANS jurusan Jakarta-Bima masih ada.

Secara keseluruhan selama di Bali, saya sudah ke Singaraja, Grokgak, Menjangan, Karangasem, Benoa, Pecatu dan hampir semua. Pernah juga beberapa kali menyeberang ke Lombok.

13708181_1339004789461395_8243196932008127527_o
Benoa

Berteman dengan orang Bali asli yang beragama Hindu dan Islam seperti di Karangasem. Hidup di Bali memang saling menjaga. Saya pernah ke sebuah desa yang masih kuat adatnya dekat dari Ubud dimana disana (maaf) mandi di air terjun dan sungai kecil, perempuan dan laki-laki campur “mandi bu…il” tanpa risih. Saya juga ikutan dan untung saya biasa saja 😀

Berkesan sekali. Banyak teman. Sopirnya Djogger, tahun ’96 Pak Made….juga teman dan dapat diskon bila beli kaos. Lalu kacabnya Bank Aken Sanur, juga teman dan beliau punya Lestari Homestay di Tamblingan sehingga bila kesana gratis menginap.

Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.

Save

Save